Minggu, 23 Maret 2014

Tipologi Sintaksis Bahasa Telitian

Tipologi Sintaksis Bahasa Telitian



TIPOLOGI SINTAKSIS BAHASA TELITIAN
Dosen Pengampu: Ermawati S.,S.Pd.,M.A



 
uirlo

Di Susun Oleh:
KHAIRYAH
116211286
PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JURUSAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014



ANALISIS BAHASA KOREA
1. Aku  Cinta  Kamu                                               Naneun  Neoreul  Saranghae                                         S       P      O                                                          S              O                P
2. Aku Makan Ramen                                             Naneun Ramyeon  Meogeoyo                                   S        P        O                                                            S         O              P
3. Saya Memasak Ayam                                  Naneun Chikineul Yorihaeyo                                       S         P             O                                           S           O             P
4. Saya Sangat Menyukaimu                               Naneun Neomu Joahaeyo                                           S       P               O                                               S             O             P
5. Saya Menyukai  Superjunior                        Neneun Syupeojunior  Joahae                                   S            P               O                                    S                  O                 P                             
6. Aku Rindu Kamu                                             Naneun Neoreul Bogosshipeo                                   S        P         O                                                    S           O                  P   
Sumber: Http://Hangugo.wordpress.com/
ANALISIS BAHASA THAILAN
1.       CHUN D Y AHN NUNGS E U                          Saya  membaca buku
ฉัน ได้ อ่าน หนังสือ                           S      P        O
2.       Jan Rak De                                                          Aku    Cinta  kamu
S        P         O
3.      Jan deng de                                                       Aku   Rindu   Kamu
 S           P           O
4.      Chan Put Phasa Indonisia Dai                      Saya  Berbicara  Bahasa Indonesia
  S           P                   O
5.      Jan Ca Pai Non                                                   Saya   Pergi    Tidur
  S            P             O
6.  Jan Se Song Ban                                                    Saya   Beli   Rumah                                                                                                                                             S         P          O
7.  Jan Gao Cai Mai Kha                                Aku    Tidak   Mengerti                                                                                                                      S          P                O
8. khun Ca Pai ban                                                     Bapak  Beli  Rumah                                                                                                                             S              P             O
9. kin khaw lu yang                                                    Adik   Sudah Makan   Nasi                                                                                                                               S            P                             O
10. Cece im leaw kee                                                               Kakak   Sudah Makan     Ayam                                                                                                                    S              P                             O
 

Rabu, 05 Maret 2014

MAJAS YANG TERDAPAT DALAM LIRIK LAGU ALBUM UNTUK KITA RENUNGAN KARYA EBIET G ADE

JUDUL SKRIPSI : MAJAS YANG TERDAPAT DALAM LIRIK LAGU ALBUM UNTUK KITA RENUNGAN KARYA EBIET G ADE

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang dan masalah
1.1.1        Latar Belakang
Karya sastra kreatif berbentuk puisi mengalami perkembangan dalam cara penyampaiannya mulai dari mantra, syair, pantun hingga berkembang menjadi lirik lagu yang menghasilkan suatu kreasi yang indah dan berusaha menyalurkan kebutuhan keindahan. Bentuk kreasi yang indah itu disampaikan ke tengah-tengah masyarakat sebagai wadah penuangan informasi dan pemikiran yang mampu mendorong serta menimbulkan proses perkembangan emosional pendengar.
“Lirik lagu merupakan karya sastra (puisi) berisikan curahan perasaan pribadi sekalipun, atau susunan kata sebuah nyanyian” (Depdiknas, 2005:678). Lirik lagu termasuk kedalam karya sastra kreatif imajinatif. Daya kreatif akan menimbulkan kreatifitas pengarang dalam menghasilkan karya-karya baru berupa lirik-lirik lagu baru. Kreativitas itu juga tidak bisa lepas dari daya imajinatif seseorang(pengarang). Daya imajinatif tersebut akan menghasilkan karya yang estetis, menarik dan penuh daya khayal.”ciri sastra imajinatif adalah karya sastra tersebut lebih banyak bersifat khayali, menggunakan bahasa yang konotatif, dan memenuhi syarat-syarat estetika seni”(Sumardjo,1991:71).
Kegiatan kreatif yang berakar kuat dari kemampuan pikiran dan perasaan, bekerja balas membalas dengan kegiatan imajinati. Imajinasi mendesak kreativitas (tindakan untuk berkarya) sedangkan kreativitas mendesak imajinasi (tindakan untuk membuat pembayangan dan gambaran batiniah lebih dari sekedar realitas). Daya imajinasi mempunyai potensi untuk menjangkau suatu rekonstruksi lebih dari sekedar yang ada, dan kreativitas selalu mencoba melahirkan sesuatu melebihi dari apa yang telah dibuat oleh hasil tindakan jasmani dan rohani manusia, maka hasil kegiatan kreatif imajinatif mempunyai potensi yang besar untuk menghasilkan karya estetis (Hamidy,1983:10).
Lirik lagu (puisi) merupakan karya yang estetis yang mengandung nilai
Puitis. Kepuitisan sebuah lirik lagu (puisi) dapat dilihat dari penggunaan diksi ataupun gaya bahasanya.
            Puisi sebagai karya seni itu puitis. Kata puitis sudah mengandung keindahan yang khusus untuk puisi. Disebut puitis bila hal itu membangkitkan perasaan, menarik perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas, secara umum bila hal itu menimbulkan tanggapan yang jelas, secara umum bila hal itu menimbulkan keharuan disebut puitis(Altenbern dalam Pradopo,2007:13).
Dalam lirik lagu banyak ditemukan bahasa kiasan yang disebut juga dengan majas  “Majas,kiasan,atau figure of speech adalah bahasa kias, bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum” (Dale dalam Tarigan, 1993:179).
Penggunaan makjas tertentu dapat mengubah serta menimbulkan nilai rasa atau konotasi tertentu. Pemakaian majas dalam sebuah lirik lagu akan menjadikan sebuah lagu menarik, penuh daya khayal membangkitkan suasana dan kesan tertentu, membangkitkan tanggapan indra tertentu, dapat memperhalus kata dan menimbulkan efek kepuitisan. Pemakaian majas dalam lirik lagu akan menimbulkan efek kepuitisan layaknya sebuah puisi.
“Bahasa bermajas adalah bahasa yang mempergunakan kata-kata
yang susunan dan artinya sengaja disimpangkan dari susunan dan arti biasa dengan maksud mendapatkan kesegarab dan kekuatan ekspresi” ( Sudjiman dalam Hasanuddin,2002:133). Majas itu sendiri adalah peristiwa pemakaian kata yang maknanya tidak menunjuk pada makna harfiahnya, melainkan pada makna yang ditambahkan atau makna tersirat (Hasanuddin , 2002:133).
Penulis tertarik pada seorang seniman Yogyakarta yang notabenes
seorang penyair sekaligus penyanyi yang memusikalisasikan puisinya tersebut. Abid Ghofar bin Aboe Dja’far atau yang lebih dikenal dengan Ebiet G Ade. Pria kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah 21 April 1955 yang merupakan suami dari Yayuk Sugianto dan ayah dari keempat putra dan putri (Abie,Dera,Yayas dan Dega). Ebiet dikenal masyarakat sebagai seorang penyani yang menyajikan lirik yang sangat puitis dan ini menjadi ciri khas Ebiet. Dalam sebuah blog menuliskan, meski bisa membuat puisi, ia (Ebiet) mengaku tidak bisa apalagi diminta sekedar mendeklamasikan puisi. Dari ketidakmampuannya membaca puisi secara langsung itu, Ebiet mencari cara agar tetap bisa membaca puisi dengan cara yang lain, tanpa harus berdeklamasi. Caranya, dengan menggunakan musik, musikalisasi puisi, begitu istilah yang digunakan dalam lingkungan kepenyairan.
Terlahir dengan nama Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far di Wanadadi, Banjarnegara merupakan anak termuda dari 6 bersaudara, anak Aboe Dja’far, seorang PNS, dan Saodah, seorang pedagang kain. Dulu ia memendam banyak cita-cita, seperti insinyur,dokter,pelukis. Semuanya melenceng, Ebiet malah jadi penyanyi kendati ia lebih suka disebut penyair karena latar belakangnya di dunia seni yang berawal dari kepenyairan.
Nama Ebiet didapatnya dari pengalamannya kursus bahasa Inggris sesama SMA. Gurunya orang asing, biasa memanggilnya Ebiet, mungkin karena mereka mengucapkan A menjadi E. Terinspirasi dari tulisan Ebiet di bagian punggung kaos merahnya, lama-lama ia sering dipanggil Ebiet oleh teman-temannya. Nama ayahnya digunakan sebagai nama belakang, disingkat AD, kemudian ditulis Ade, sesuai bunyi penyebutannya, Ebiet G Ade. Kalau dipanjangkan ditulis sebagai Ebiet Ghoffar Aboe Dja’far.
Pria yang lebih senang disebut sebagai penyair itu, semula hanya menyanyi dengan berkonser di Jawa Tengan dan DIY, memusikalisasikan puisi-puisi dan hanya menganggapnya sebagai hobi belaka. Namun atas dorongan para sahabat dekatnya akhirnya Ebiet bersedia juga maju ke dunia belantika musik Nusantara.
Ebiet dikenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tesisih. Pada awal karirnya, ia memotret suasana kehidupan Indonesia di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Tema lagunya beragam, tidak hanya tentang cinta tetapi ada juga lagu-lagu bertemakan alam, sosial,politik,bencana,relijius,keluarga dan lain-lain. Sentuhan musiknya sempat mendorong pembaharuan pada dunia musik pop Indonesia. Semua lagu ditulisnya sendiri, ia tidak pernah menyanyikan lagu yang diciptakan orang lain.
Ebiet sangat piawai dalam mengolah lirik yang ia buat sehingga menjadi sebuah lagu yang indah.Lagu-lagu yang di ciptakan oleh ebiet sangat pekat dengan nuansa balada dan memiliki kekuatan pada makna-makna yang di hasilkan,mungkin karena ebiet seorang seniman sehingga suasana yang tercipta mampu mempengaruhi pendengar yang tanpa disadari mempengaruhi perasaan.Motivasi terbesar yang membangkitkan kreatifitas penciptaan karya-karyanya adalah ketika bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib(penyair),Eko Tunas(cerpenis),dan E.H Kartanegara(Penulis).Malioboro menjadi semacam rumah bagi Ebiet ketika kiprah kepenyiarannya diolah,karena pada masa itu banyak seniman yang berkumpul di sana.
Banyak orang yang terbawa suasana yang di hasilkan oleh petikan dawai gitar dan ketajaman makna yang terkandung dalam lagu yang mengalun begitu indah,tidak hanya kalangan seprofesi Ebiet yang mengakui kepiawaiannya tersebut tetapi juga masyarakat luas mulai dari kalangan orang tua hingga kalangan remaja pun mengagumi kecerdasan Ebiet dalam mengolah kata menjadi sebuah lirik lagu Yang tak perlu di ragukan lagi,ini patut di acungkan jempol sebab lagu Ebiet G Ade mampu menembus batas momen tanpa mengalami penurunan nilai keindahan sehingga mengantarkannya sebagai legendaris.Banyak penghargaan yang Ebiet peroleh diantaranya sebagai berikut:
·         18 Golden dan Platinum Record dari Jackson Record dan label lainnya dari album Cmellia I hingga Isyu!
·         Biduan Pop kesayangan PUSPEN ABRI (19769-1984)
·         Pencipta Lagu Kesayangan Angket Musica Indonesia(1980-1985)
·         Penghargaan Diskotek Indonesia (1981)
·         10 Lagu Terbaik ASIRI(1980-1981)
·         Penghargaan Lomba Cipta Lagu Pembangunan(1987)
·         Penyanyio Kesayangan Siaran Radio ABRI(1989-1992)
·         BASF Awards(1984-1988)
·         Penyanyi solo dan balada terbaik Anugerah Musik Indonesia (1997)
·         Lagu Terbaik AMI Sharp Award (2000)
·         Planet Muzik Award dari Singapura (2002)
·         Penghargaan Lingkungan Hidup (2005)
·         Duta Lingkungan Hidup (2006)
·         Penghargaan Peduli Award Forum Indonesia Muda (2006
·         Sejumlah Penghargaan dari berbagai lembaga independen.

Penulis tertarik meneliti tentang penggunaan majas dalam lirik lagu album Untuk Kita Renungkan karena liriknya lagu Ebiet G Ade merupakan karya seni yang kreatif dan bernilai tinggi.Nilai kreatifitas itu dapat dilihat dari segi bahasa yang digunakan.Unsur bahasa yang digunakan dapat dilihat dari penggunaan majas yang dapat menimbulkan konotasi tertentu.Makna konotasi merupakan makna yang tidak mengacu kepada hal atau benda yang menjadi referennya,makna tersebut mengandung pesan dan pengertian yang tersirat. Kepuitisan lirik lagu Ebiet G Ade tidak terlepas dari kemampuannya menggunakan gaya bahasa khususnya gaya bahasa kias (majas). Karya-karya Ebiet G Ade yang sarat dengan nilai kepuitisan selalu diminati oleh pecinta musik Indonesia, meskipun kebanyakan pendengar sulit memahami makna lirik lagu yang dengan kiasan.
Selain itu, album Untuk Kita Renungkan ini juga mempunyai keistimewaan tersendiri yaitu lagu-lagu dalam album ini mampu menjadi bahan perenungan bagi kita sesuai dengan nama albumnya Untuk Kita Renungkan. Lagu-lagu dalam album ini membuka tabir tentang fenomena berbagai permasalahan manusia dan juga berisi tentang ke Agungan Tuhan sebagai penguasa atas semua ciptaannya. Sehingga dengan mendengarkan lagu-lagu dalam album ini mampu membuka kesadaran kita untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Lirik yang diguratkan dan dinyanyikan sendiri oleh Ebiet G Ade ini menyeruak dimana-mana, baik itu digelombang radio maupun lewat gambar dilayar kaca beberapa tahun belakangan ini. Hal ini beriringan dengan merebaknya berbagai bencana alam yang terjadi di negeri tercinta. Mulai dari bencana tsunami di Serambi Mekkah,gempa bumi,banjir,dan malapetaka lainnya. Lirik lagu yang dikarang oleh Ebiet G Ade dalam album Untuk Kita Renungkan berisi presan-pesan moral yang dituangkan dengan pilihan kata dan gaya bahasa yang indah.
Penelitian tentang karya Ebiet G Ade pernah diteliti oleh Yosefri Okria (2010) FKIP UR yang membahas tentang Analisis Semiotik Pada Lirik Lagu Ebiet G Ade. Pada penelitiannya objek yang diteliti yatu lirik lagu dalam album Best of The Best. Selain itu, Nuril Kusniyah (2010) dari FKIP UMM juga pernah meneliti karya Ebiet G Ade yang membahas tentang Analisis Struktur Batin Syair Lagu Ebiet G Ade Pada Album Bahasa Langit. Jadi, penelitian yang peneliti lakukan bukanlah penelitian lanjutan melainkan penelitian baru karena peneliti meneliti tentang analisis majas dalam lirik lagu album Untuk Kita Renungkan karya Ebiet G Ade. Dalam hal ini nampaklah perbedaan dari segi subjek dan objek penelitian.
Selain itu, penelitian tentang majas atau gaya bahasa sudah pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya diantaranya (1) Putri Intan (2005) FKIP Unri dengan judul Analisis Gaya Bahasa pada Puisi dalam Kumpulan Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib. Hasil penelitiannya ditemukan beberapa gaya bahasa yaitu personifikasi,hiperbola,metafora,repetisi,ekslomasio,antiklimaks,litotes. (2) Yetiningsih (2009) FKIP UIR dengan judul Gaya Bahasa Pantun yang terdapat pada Adat Perkawinan Masyarakat Melayu di Desa Sei. Tohor Tebing Tinggi Bengkalis karya Mukhtar WH. Hasil penelitian yang dilakukan adalah ditemuinya gaya bahasa litotes, hiperbola, metafora, alegori, paradoks, antiklimaks, polisidenton, intervensi dan ironi. Akan tetapi, penelitian ini mempunyai perbedaan dari penelitian sebelumnya. Perbedaan ini dapat dilihat dari objek yang diteliti, objek penelitian sekarang adalah tentang lirik lagu.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoretis penelitian ini, dapat memberikan suatu sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi dunia pendidikan, yaitu dalam pengajaran sastra. Secara teoretis penelitian ini adalah menerapkan dan memperdalam pengetahuan penulis tentang gaya bahasa khususnya majas.
1.1.2        Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang dibahas adalah penggunaan majas dalam lirik lahu album Untuk Kita Renungkan karya Ebiet G Ade. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.      Majas apa sajakah yang terdapat dalam lirik lagu album Untuk Kita Renungkan karya Ebiet G Ade ?
2.      Apa makna majas yang terdapat dalam lirik lagu album Untuk Kita Renungkan karya Ebiet G Ade?

1.2  Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis majas serta menentukan makna majas yang terdapat dalam lirik lagu album Untuk Kita Renungkan karya Ebiet G Ade.




KESIMPULAN
Lirik lagu (puisi) merupakan karya yang estetis yang mengandung nilai
Puitis. Kepuitisan sebuah lirik lagu (puisi) dapat dilihat dari penggunaan diksi ataupun gaya bahasanya. Puisi sebagai karya seni itu puitis. Kata puitis sudah mengandung keindahan yang khusus untuk puisi. Disebut puitis bila hal itu membangkitkan perasaan, menarik perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas, secara umum bila hal itu menimbulkan tanggapan yang jelas, secara umum bila hal itu menimbulkan keharuan disebut puitis (Altenbern dalam Pradopo,2007:13).
Penggunaan majas tertentu dapat mengubah serta menimbulkan nilai rasa atau konotasi tertentu. Pemakaian majas dalam sebuah lirik lagu akan menjadikan sebuah lagu menarik, penuh daya khayal membangkitkan suasana dan kesan tertentu, membangkitkan tanggapan indra tertentu, dapat memperhalus kata dan menimbulkan efek kepuitisan. Majas itu sendiri adalah peristiwa pemakaian kata yang maknanya tidak menunjuk pada makna harfiahnya, melainkan pada makna yang ditambahkan atau makna tersirat (Hasanuddin , 2002:133).
Abid Ghofar bin Aboe Dja’far atau yang lebih dikenal dengan Ebiet G Ade. Pria kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah 21 April 1955 yang merupakan suami dari Yayuk Sugianto dan ayah dari keempat putra dan putri (Abie,Dera,Yayas dan Dega). Ebiet dikenal masyarakat sebagai seorang penyani yang menyajikan lirik yang sangat puitis dan ini menjadi ciri khas Ebiet. Lirik yang diguratkan dan dinyanyikan sendiri oleh Ebiet G Ade ini menyeruak dimana-mana, baik itu digelombang radio maupun lewat gambar dilayar kaca beberapa tahun belakangan ini, Pada penelitiannya objek yang diteliti yatu lirik lagu dalam album Best of The Best. Selain itu, Nuril Kusniyah (2010) dari FKIP UMM juga pernah meneliti karya Ebiet G Ade yang membahas tentang Analisis Struktur Batin Syair Lagu Ebiet G Ade Pada Album Bahasa Langit.



ENDAH SURYATI                                                  KHAIRYAH